E22:Reisya zulfa syahida
Ringkasan Wawancara tentang Pandangan
terhadap Identitas Nasional
Narasumber:
Nama: Alifatul
Syifa Ramadhani
Usia: 20 tahun
Profesi: Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mercu Buana
Pendahuluan
Wawancara ini dilakukan dengan Alifatul Syifa Ramadhani, seorang mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer di Universitas Mercu Buana. Ia dipilih sebagai narasumber karena dianggap mewakili pandangan generasi muda terhadap identitas nasional di era modern. Melalui wawancara ini, penulis ingin memahami bagaimana seorang mahasiswa memaknai identitas nasional, bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, serta tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menjaga jati diri bangsa di tengah pengaruh globalisasi.
Isi
Menurut Alifatul
Syifa Ramadhani, identitas nasional adalah ciri khas yang menggambarkan
kepribadian
bangsa Indonesia dan menjadi pembeda dari bangsa lain. Ia menilai bahwa
identitas nasional tercermin melalui bahasa, budaya, nilai-nilai moral, dan
semangat persatuan yang berakar pada Pancasila serta semboyan Bhinneka Tunggal
Ika.
Dalam kehidupan
sehari-hari, Alifatul menyebut bahwa identitas nasional bisa terlihat dari hal sederhana,
seperti berperilaku sopan, menghargai keberagaman teman di kampus, dan
menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya melestarikan
budaya lokal,
misalnya dengan mengikuti kegiatan seni daerah atau memperkenalkan budaya
Indonesia di
media sosial.
Terkait
tantangan, Alifatul mengungkapkan bahwa arus globalisasi dan pengaruh media
sosial menjadi faktor yang sering menggeser nilai-nilai kebangsaan. Banyak anak
muda yang lebih tertarik dengan budaya luar daripada memahami budaya sendiri.
Menurutnya, hal ini bukan berarti harus menolak modernitas, tetapi perlu ada
keseimbangan agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Alifatul juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus bangsa. Ia percaya bahwa dengan cara berpikir kritis, kreatif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang memperkuat identitas nasional dimasa depan.
Penutup
Dari wawancara
ini dapat disimpulkan bahwa identitas nasional merupakan jati diri bangsa yang harus
dijaga dan dikembangkan oleh setiap warga negara, terutama generasi muda.
Alifatul Syifa Ramadhani menegaskan bahwa menjaga identitas nasional tidak
cukup hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam
kehidupan sehari-hari.
Penulis
merefleksikan bahwa sebagai mahasiswa, penting untuk terus mencintai tanah air,
menghargai
keberagaman, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Dengan begitu,
identitas nasional dapat tetap kokoh meskipun dunia terus berubah.

Komentar
Posting Komentar